Jumat, 25 Maret 2016

CONTOH PROPOSAL JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN INTERNASIONAL




CONTOH PROPOSAL JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN INTERNASIONAL


PROPOSAL JUDUL SKRIPSI
KESIAPAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015


Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam penilaian mata kuliah Metode Penelitian Sosial




PROPOSAL
Rencana Judul : Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

A.      Latar Belakang
MEA adalah kawasan ASEAN dalam bidang Ekonomi. Tujuan dibentuknya Ekonomi ASEAN 2015 untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN dan diharapkan dapat membantu mengatasi masalah-masalah ekonomi antar negara ASEAN. Pembentukan MEA didasarkan pada empat pilar yaitu, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan produksi, kawasan ekonomi kompetitif, menciptakan pertumubuhan ekonomi yang merata, serta ekonomi global[1].
Dengan adanya MEA, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri. Masyarakat Ekonomi Asean juga tidak hanya membuka arus perdagangan barang dan jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya. Semakin dekat menghadapi MEA kesiapan masyarakat Indonesia semakin dipertanyakan.
Berikut hal-hal yang membuat Indonesia tidak siap menghadapi MEA 2015. Pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia. Kedua, ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014, kualitas infrastruktur kita masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Ketiga, sektor industri yang rapuh karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi. Keempat, keterbatasan pasokan energi. Kelima, lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia. Apabila hambatan-hambatan tadi tidak diatasi maka dikhawatirkan MEA justru akan menjadi ancaman bagi Indonesia[2]
Indonesia juga akan menghadapi kendala dalam penggunaan Bahasa Asing. Pekerja-pekerja dari negara Vietnam dan Thailand sudah mulai mempelajari Bahasa Indonesia. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Hediyanto W. Husaini mengatakan, saat ini kendala bahasa menjadi kendala utama sulitnya tenaga kerja Konstruksi Indonesia bisa diterima di negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia[3]. Belum lagi kurangnya sosialisasi MEA di Indonesia dapat menghalangi kesuksesan MEA 2015 di Indonesia.
Namun tidak sedikit juga masyarakat yang optimis dengan adanya MEA 2015 ini dan menganggap MEA dapat menjadi solusi bagi masalah perekonomian Indonesia. Di harapkan MEA mampu memperluas pemasaran barang dan jasa ke negara ASEAN lainnya, investor Indonesia dapat dengan mudah memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN[4].
Dengan uraian yang telah dipaparkan diatas, penulis melihat bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap menjadi pemeran utama dalam MEA 2015. Indonesia akan mengalami persaingan kuat dan menghadapi banyak tantangan dalam menghadapi MEA 2015, maka dari itu penulis tertarik untuk menjadikan hal tersebut sebagai bahan penelitian dan melihat seberapa besar kesiapan Indonesia menghadapi MEA 2015 dan dampak adanya MEA bagi Indonesia.

B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang penelitian seperti tersebut diatas, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1.      Apa faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya MEA?
2.      Bagaimana tantangan dan hambatan Indonesia dalam menghadapi MEA?
3.      Bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi MEA?



1.      Pembatasan Masalah
Mengingat masalah yang dipaparkan sangat luas, maka untuk memudahkan dalam menganalisa permasalahan diatas, penulis membatasi masalah pada dampak-dampak yang akan dihadapi Indonesia dalam bidang ekonomi bila MEA dilaksanakan akhir tahun 2015.

2.      Rumusan Masalah
Perumusan masalah digunakan untuk mempermudah dalam menganalisa serta untuk mendapatkan kejelasan yang berdasarkan masalah yang ada, mengacu pada uraian diatas berdasarkan pada identifikasi masalah sebagai berikut: “Mengapa Indonesia tidak siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015?”

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.         Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya MEA.
2.      Untuk mengetahui tantangan dan hambatan Indonesia dalam menghadapi MEA.
3.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi MEA.

2.    Kegunaan Penelitian
1.      Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, wawasan, dan informasi tentang kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
2.      Penelitian ini juga sebagai syarat lulus mata kuliah Metode Penelitian Sosial.

D. Kerangka Teoritis dan Hipotesis
1.         Kerangka Teoritis
Ada beberapa teori yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis regionalisme kawasan dan integrasi ekonomi Asia Tenggara. Adapun beberapa teori tersebut sebagai berikut :
1. Teori Regionalisme
Kerjasama kawasan dapat mengacu pada regionalisme maupun regionalisasi. Regionalisme atau yang sering disebut sebagai proses formal dari regionalisasi, memiliki definisi yang sangat beragam. Namun mengacu pada Prof. Budi Winarno dalam bukunya Isu-isu Global Kontemporer, regionalisme dapat diartikan sebagai pengelompokan regional diidentifikasi dari basis kedekatan geografis, budaya, perdagangan dan saling ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan, dan saling ketergantungan, komunikasi serta keikutsertaan dalam organisasi internasional[5].
Pendapat lain mengenai konsep regionalisme diberikan pula oleh Louis Cantori dan Steven Spiegel. Kawasan sebagai dua atu lebih negara yang saling berinteraksi dan memiliki kedekatan geografis, kesamaan etnis, bahasa, budaya, keterkaitan sosial dan sejarah serta perasaan identitas yang seringkali meningkat disebabkan adanya aksi dan tindakan dari negara-negara diluar kawasan. Lebih jauh mereka membagi subordinate system kedalam tiga bagian: negara inti (core sector) negara pinggiran (peripheral sector) dan negara eksternal kawasan yang dapat berpartisipasi dalam interaksi kawasan (intrusive sector)[6].

2. Teori Tahapan Integrasi
Integrasi ekonomi adalah rancangan dan implementasi serangkaian kebijakan khusus antar kelompok negara dalam region yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran barang maupun faktor produksi antar negara anggota. Integrasi ekonomi yang terbentuk meliputi integrasi perdagangan dan integrasi moneter. Ada beberapa tahapan integrasi ekonomi menurut intensitas integrasi, yaitu[7] :
a)   Preferential Trading Arrangement (PTA)
Merupakan kelompok perdagangan yang memberikan preferensi (keringanan) terhadap jenis produk tertentu kepada negara anggota, dilaksanakan dengan cara mengurangi tarif (tidak menghapuskan tarif sampai menjadi nol).

b)   Free Trade Area (FTA)
Dua negara atau lebih dikatakan membentuk FTA apabila mereka sepakat untuk menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan baik dalam bentuk tarif maupun non tarif terhadap semua barang yang diperdagangkan diantara mereka; sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan merupakan anggota masih tetap diperlakukan menurut ketentuan di masing-masing negara. Setiap negara anggota bebas menentukan tarifnya terhadap arus perdagangan internasional dari negara-negara bukan anggota.

c)   Customs Union (CU)
Dua negara atau lebih dikatakan membentuk CU apabila mereka sepakat untuk menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan dalam bentuk tarif maupun non tarif terhadap semua barang dan jasa yang diperdagangkan sesama mereka; sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan anggota juga aka diberlakukan penyeragaman ketentuan.

d)  Common Market (CM)
Dua negara atau lebih akan dikatakan membentuk CM jika terpenuhi kondisi CU plus mengizinkan adanya perpindahan yang bebas seluruh faktor produksi di antara sesama negara anggota.

e)   Economic Union (EU)
Dua negara atau lebih dikatakan membentuk EU jika terpenuhi kondisi CM plus adanya harmonsasi dalam kebijakan-kebijakan makro-ekonomi nasional di antara sesama negara anggota. Dengan begitu dapat dihindari adanya kebijakan-kebijakan yang saling bertentangan dan kontroversial satu sama lain.

f)    Total Economic Integration (TEI)
Kondisi ini terwujud apabila telah terjadi penyatuan kebijakan makroekonomi maupun sosial dan memfungsikan suatu badan atau lembaga yang bersifat “supra nasional” dengan kewenangan yang cukup luas dan sangat mengikat semua negara anggotanya.

Kesediaan Indonesia bersama negara anggota ASEAN Lainnya membentuk ASEAN Economic Community pada tahun 2015 sebagai bentuk integrasi ekonomi kawasan yang secara umum akan menyerupai system yang telah diterapkan oleh Europan Union (EU) ini, tentu saja didasarkan pada keyakinan atas manfaatnya yang secara konseptual akan meningkatkan pertumbuhan negara – negara anggota ASEAN. Integrasi ekonomi dalam AEC 2015 melalui pembukaan dan pembentukan pasar yang lebih besar, dorongan peningkatan efisiensi dan daya saing, serta pembukaan peluang penyerapan tenaga kerja di kawasan ASEAN diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh negara di kawasan.

Di Indonesia sendiri tahapan dari pencapaian AEC sudah berjalan mencapai perkembangan peraturan perdangan bebas dan mulai bergerak mendekati pengembangan sistem kepabeanan serta pembebasan hambatan-hambatan dalam factor produksi guna menghadapi penerapan Custom Union dan Common Market ditahap selanjutnya[8].

2.         Hipotesis
Adapun hipotesis Indonesia belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015dikarenakan beberapa alasan, yakni:
1.      Pemerintah Indonesia lamban menangani permasalahan dalam negeri yang akan menghambat keikutsertaan Indonesia dalam MEA 2015.
2.      Apabila melihat integrasi yang tengah dilakukan oleh ASEAN yang meliputi adanya aliran bebas perdagangan (barang dan jasa), arus bebas investasi, modal dan tenaga kerja, hal ini dapat dikategorikan bahwa integrasi yangd ilakukan di ASEAN belum sampai pada tahap Komunitas Ekonomi (Economic Community).
3.      Pemberlakuan MEA sudah di depan mata, namun demikian pemahaman tentang MEA belum secara merata dimiliki oleh masyarakat khususnya pedagang.


E. Metode dan Teknik Pengumpulan Data
1.      Metode Penelitian
Metode Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendaptkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisifikasi masalah[9].
Suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau mempersoalkan cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah[10].
Metode penelitian yang digunakan  penulis dalam menyusun laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode penelitian dengan mengolah data, menganalisis, meneliti dan menginterprestasikan serta membuat kesimpulan dan memberi saran yang kemudian disusun pembahasannya secara sistematis sehingga masalah dapat dipahami.
Adapun pengertian deskriptif analisis menurut ahli yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum[11].
Dengan kata lain penelitian deskriptif Analitis mengambil masalah atau  memusatkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya[12].

2.      Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Dimaksudkan untuk memperoleh data dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan dengan cara mempelajari, meneliti, mengkaji, serta menelaah literatur-literatur berupa buku, jurnal maupun makalah yang berhubungan dengan penelitian untuk memperoleh bahan-bahan yang akan dijadikan sebagai landasan teori.

2. Riset Internet (Online Research)
Pengumpulan data berasal dari situs-situs yang berhubungan dengan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu pada situs resmi www.asean.org/asean-economic-community/.
F. Lokasi dan Lamanya Penelitian
1.      Lokasi
Penelitian ini bertempat di Perpustakaan FISIP Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, yang berlokasi di Jl. Lengkong Besar, Lengkong, Bandung, Jawa Barat 40261, Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki semua aspek pendukung agar penelitian dapat berjalan dengan baik.

2.      Lama Penelitian
Penelitian di laksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014 dan berlangsung lima bulan mulai dari Bulan Juli  sampai dengan Bulan Desember dengan alokasi sebagai berikut :
Jadwal Kegiatan
Bulan Pelaksanaan 2014

Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1. Pra Pelaksanaan Penelitian
























a. Survei
























b. Menentukan Judul & Topik Penelitian
























c. Pembuatan Proposal
























d. Menyelesaikan Administrasi Penelitian
























e. Menentukan Instrumen Penelitian
























2. Pelaksanaan
























a. Pengumpulan Data
























b. Proses Bimbingan
























c. Pengolahan Data
























3. Penyusunan Laporan
























a. Penyusunan Data
























b. Pengetikan Data
























c. Penggandaan Laporan Penelitian

























G. Sistematika Penulisan
Dalam penelitian ini sistematika penulisan adalah sebagai berikut:

BAB I - PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang penelitian, identifikasi masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan uraian singkat sistematika penelitian. Selain itu juga akan dibahas ruang lingkup penelitian yaitu  batasan masalah.

BAB II KAJIAN TEORI
Bab ini memberikan gambaran teori-teori yang mendasari penelitian ini. Dalam bab ini akan  menjelaskan mengenai teori regionalisme dan  integrasi ekonomi.

BAB III - METODE PENELITIAN
Bab ini berisi gambaran metodelogi yang akan digunakan dalam penelitian, tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan oprasional variabel.

BAB IV - HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan data yang telah dianalisis serta pembahasan hasil penelitian yang akan digunakan untuk menjawab hipotesis masalah yang telah dijelaskan pada Bab III.

BAB V - PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian berupa pernyataan-pernyataan singkat yang merupakan jawaban atas masalah-masalah yang telah diidentifikasi, selain itu pada bab ini penulis akan memberikan saran untuk kemajuan semua pihak.

DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
I Made Wirartha. 2006. Metodelogi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Perwita, A.A. Banyu dan Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Winarno, Budi. 2014. Dinamika Isu-Isu Global Kontemporer. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).
Wyatt, Andrew and Walter, (1995) Regionalism, Globalization, and World Economic Order. Dalam Fawcett, Louise and Andrew Hurrel, Regionalism in World Politics, Oxford University Press : New York.
http:www.asean.org/communities/asean-economic-community diakses pada tanggal 28 September 2015.
Louis Cantori Dan Steven Spiegel (Perwita, A.A. Banyu Dan Yanyan Mochamad Yani. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005, P. 104. Di Ambil Dari Skripsi Putri Cahaya Kemala. 2010. Perananan African Union Mission In Somalia (Amisom) Dalam Menangani Konflik Bersenjata Di Somalia http://repository.unikom.ac.id/ Di Akses 4 Januari 2016
Sholeh. 2013. Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015. Ejournal Ilmu Hubungan Internasional, 2013, 1 (2): 509-522 ISSN 0000-0000, ejournal.hi.fisip-unmul.org diakses pada tanggal 5 Januari 2016.
Gyan Herliana Prasetyowati, 2011,  Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa Pengiriman Untuk Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional (Tujuan Jepang)Di PT Pos Indonesia. unikom.ac.id, 5 Januari 2016.


[1] http:www.asean.org/communities/asean-economic-community diakses pada tanggal 28 September 2015.
[2] http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015#diakses pada tanggal 30 September 2015
[5] B. Winarno, Isu-isu Global Kontemporer, CAPS, Jakarta, 2011
[6] Louis Cantori Dan Steven Spiegel (Perwita, A.A. Banyu Dan Yanyan Mochamad Yani. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005, P. 104. Di Ambil Dari Skripsi Putri Cahaya Kemala. 2010. Perananan African Union Mission In Somalia (Amisom) Dalam Menangani Konflik Bersenjata Di Somalia http://repository.unikom.ac.id/ Di Akses 4 Januari 2016
[7] Wyatt, Andrew and Walter, Regionalism,Globalization,and World Economic Order, 1995
[8] Sholeh, 2013, Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi Aec (Asean Economic Community) 2015. ejournal.hi.fisip-unmul.org, Diakses 5 Januari 2016
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfabeta, 2009, h. 2
[10] I Made Wirartha, Metodelogi Penelitian Sosial Ekonomi Yogyakarta : Penerbit Andi, 2006, h. 68
[11] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfabeta, 2009, h. 29
[12] Gyan Herliana Prasetyowati, 2011,  Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa Pengiriman Untuk Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional (Tujuan Jepang)Di PT Pos Indonesia. unikom.ac.id, 5 Januari 2016.

2 komentar:

  1. Casinos in San Francisco - MapyRO
    Find 경상북도 출장안마 the cheapest and quickest way to get from Casinos in 포천 출장안마 San Francisco 계룡 출장안마 to Arafat Casino Resort? We have the information and the 구리 출장마사지 fastest 속초 출장샵 payouts so you don't have to.

    BalasHapus