CONTOH PROPOSAL JUDUL SKRIPSI HUBUNGAN INTERNASIONAL
PROPOSAL JUDUL SKRIPSI
KESIAPAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015
Diajukan untuk
memenuhi salah satu syarat dalam penilaian mata kuliah Metode Penelitian Sosial
PROPOSAL
Rencana
Judul : Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
A.
Latar
Belakang
MEA
adalah kawasan ASEAN dalam bidang Ekonomi. Tujuan dibentuknya Ekonomi ASEAN
2015 untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN dan diharapkan
dapat membantu mengatasi masalah-masalah ekonomi antar negara ASEAN. Pembentukan
MEA didasarkan pada empat pilar yaitu, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal
dan produksi, kawasan ekonomi kompetitif, menciptakan pertumubuhan ekonomi yang
merata, serta ekonomi global[1].
Dengan
adanya MEA, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala
ekonomi dalam negeri. Masyarakat Ekonomi Asean juga tidak hanya membuka arus
perdagangan barang dan jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional seperti
dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya. Semakin dekat menghadapi MEA kesiapan
masyarakat Indonesia semakin dipertanyakan.
Berikut hal-hal
yang membuat Indonesia tidak siap menghadapi MEA 2015. Pertama, mutu pendidikan tenaga
kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan
SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen
dari total 118 juta pekerja di Indonesia. Kedua, ketersediaan dan
kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus barang
dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014, kualitas
infrastruktur kita masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Malaysia,
Brunei Darussalam dan Thailand. Ketiga, sektor industri yang rapuh
karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi. Keempat,
keterbatasan pasokan energi. Kelima, lemahnya Indonesia menghadapi
serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia.
Apabila hambatan-hambatan tadi tidak diatasi maka dikhawatirkan MEA justru akan
menjadi ancaman bagi Indonesia[2].
Indonesia
juga akan menghadapi kendala dalam penggunaan Bahasa Asing. Pekerja-pekerja
dari negara Vietnam dan Thailand sudah mulai mempelajari Bahasa Indonesia.
Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Hediyanto W. Husaini mengatakan, saat ini
kendala bahasa menjadi kendala utama sulitnya tenaga kerja Konstruksi Indonesia
bisa diterima di negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia[3].
Belum lagi kurangnya sosialisasi MEA di Indonesia dapat menghalangi kesuksesan
MEA 2015 di Indonesia.
Namun
tidak sedikit juga masyarakat yang optimis dengan adanya MEA 2015 ini dan
menganggap MEA dapat menjadi solusi bagi masalah perekonomian Indonesia. Di
harapkan MEA mampu memperluas pemasaran barang dan jasa ke negara ASEAN
lainnya, investor Indonesia dapat dengan mudah memperluas ruang investasinya tanpa
ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN[4].
Dengan
uraian yang telah dipaparkan diatas, penulis melihat bahwa Indonesia belum
sepenuhnya siap menjadi pemeran utama dalam MEA 2015. Indonesia akan mengalami
persaingan kuat dan menghadapi banyak tantangan dalam menghadapi MEA 2015, maka
dari itu penulis tertarik untuk menjadikan hal tersebut sebagai bahan
penelitian dan melihat seberapa besar kesiapan Indonesia menghadapi MEA 2015
dan dampak adanya MEA bagi Indonesia.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
uraian dalam latar belakang penelitian seperti tersebut diatas, maka penulis
mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1. Apa
faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya MEA?
2. Bagaimana
tantangan dan hambatan Indonesia dalam menghadapi MEA?
3. Bagaimana
dampak yang ditimbulkan akibat ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi MEA?
1.
Pembatasan
Masalah
Mengingat
masalah yang dipaparkan sangat luas, maka untuk memudahkan dalam menganalisa
permasalahan diatas, penulis membatasi masalah pada dampak-dampak yang akan
dihadapi Indonesia dalam bidang ekonomi bila MEA dilaksanakan akhir tahun 2015.
2.
Rumusan
Masalah
Perumusan
masalah digunakan untuk mempermudah dalam menganalisa serta untuk mendapatkan
kejelasan yang berdasarkan masalah yang ada, mengacu pada uraian diatas
berdasarkan pada identifikasi masalah sebagai berikut: “Mengapa Indonesia tidak siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
2015?”
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.
Tujuan
Penelitian
1. Untuk
mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya MEA.
2. Untuk
mengetahui tantangan dan hambatan Indonesia dalam menghadapi MEA.
3. Untuk
mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat ketidaksiapan Indonesia dalam
menghadapi MEA.
2.
Kegunaan Penelitian
1. Penulis
berharap penelitian ini dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, wawasan, dan informasi tentang kesiapan Indonesia menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
2. Penelitian
ini juga sebagai syarat lulus mata kuliah Metode Penelitian Sosial.
D. Kerangka Teoritis dan Hipotesis
1.
Kerangka
Teoritis
Ada
beberapa teori yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis
regionalisme kawasan dan integrasi ekonomi Asia Tenggara. Adapun beberapa teori
tersebut sebagai berikut :
1.
Teori Regionalisme
Kerjasama
kawasan dapat mengacu pada regionalisme maupun regionalisasi. Regionalisme atau
yang sering disebut sebagai proses formal dari regionalisasi, memiliki definisi
yang sangat beragam. Namun mengacu pada Prof. Budi Winarno dalam bukunya Isu-isu
Global Kontemporer, regionalisme dapat diartikan sebagai pengelompokan regional
diidentifikasi dari basis kedekatan geografis, budaya, perdagangan dan saling
ketergantungan ekonomi yang saling menguntungkan, dan saling ketergantungan,
komunikasi serta keikutsertaan dalam organisasi internasional[5].
Pendapat lain mengenai konsep regionalisme diberikan pula
oleh Louis Cantori dan Steven Spiegel. Kawasan sebagai dua atu lebih negara
yang saling berinteraksi dan memiliki kedekatan geografis, kesamaan etnis,
bahasa, budaya, keterkaitan sosial dan sejarah serta perasaan identitas yang
seringkali meningkat disebabkan adanya aksi dan tindakan dari negara-negara
diluar kawasan. Lebih jauh mereka membagi subordinate system kedalam tiga
bagian: negara inti (core sector) negara pinggiran (peripheral sector) dan
negara eksternal kawasan yang dapat berpartisipasi dalam interaksi kawasan
(intrusive sector)[6].
2. Teori Tahapan Integrasi
Integrasi ekonomi
adalah rancangan dan implementasi serangkaian kebijakan khusus antar kelompok
negara dalam region yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran barang maupun
faktor produksi antar negara anggota. Integrasi ekonomi yang terbentuk meliputi
integrasi perdagangan dan integrasi moneter. Ada beberapa tahapan integrasi
ekonomi menurut intensitas integrasi, yaitu[7] :
a) Preferential
Trading Arrangement (PTA)
Merupakan kelompok
perdagangan yang memberikan preferensi (keringanan) terhadap jenis produk
tertentu kepada negara anggota, dilaksanakan dengan cara mengurangi tarif
(tidak menghapuskan tarif sampai menjadi nol).
b) Free
Trade Area (FTA)
Dua negara atau
lebih dikatakan membentuk FTA apabila mereka sepakat untuk menghilangkan semua
kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan baik dalam bentuk tarif
maupun non tarif terhadap semua barang yang diperdagangkan diantara mereka;
sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan merupakan anggota masih tetap
diperlakukan menurut ketentuan di masing-masing negara. Setiap negara anggota
bebas menentukan tarifnya terhadap arus perdagangan internasional dari negara-negara
bukan anggota.
c) Customs
Union (CU)
Dua
negara atau lebih dikatakan membentuk CU apabila mereka sepakat untuk
menghilangkan semua kewajiban impor atau hambatan-hambatan perdagangan dalam
bentuk tarif maupun non tarif terhadap semua barang dan jasa yang diperdagangkan
sesama mereka; sedangkan terhadap negara-negara lain yang bukan anggota juga
aka diberlakukan penyeragaman ketentuan.
d) Common
Market (CM)
Dua
negara atau lebih akan dikatakan membentuk CM jika terpenuhi kondisi CU plus
mengizinkan adanya perpindahan yang bebas seluruh faktor produksi di antara
sesama negara anggota.
e) Economic
Union (EU)
Dua
negara atau lebih dikatakan membentuk EU jika terpenuhi kondisi CM plus adanya
harmonsasi dalam kebijakan-kebijakan makro-ekonomi nasional di antara sesama
negara anggota. Dengan begitu dapat dihindari adanya kebijakan-kebijakan yang
saling bertentangan dan kontroversial satu sama lain.
f) Total
Economic Integration (TEI)
Kondisi
ini terwujud apabila telah terjadi penyatuan kebijakan makroekonomi maupun
sosial dan memfungsikan suatu badan atau lembaga yang bersifat “supra nasional”
dengan kewenangan yang cukup luas dan sangat mengikat semua negara anggotanya.
Kesediaan
Indonesia bersama negara anggota ASEAN Lainnya membentuk ASEAN Economic Community pada tahun 2015 sebagai bentuk integrasi
ekonomi kawasan yang secara umum akan menyerupai system yang telah diterapkan
oleh Europan Union (EU) ini, tentu saja didasarkan pada keyakinan atas
manfaatnya yang secara konseptual akan meningkatkan pertumbuhan negara – negara
anggota ASEAN. Integrasi ekonomi dalam AEC 2015 melalui pembukaan dan
pembentukan pasar yang lebih besar, dorongan peningkatan efisiensi dan daya saing,
serta pembukaan peluang penyerapan tenaga kerja di kawasan ASEAN diharapkan
dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh negara di kawasan.
Di
Indonesia sendiri tahapan dari pencapaian AEC sudah berjalan mencapai
perkembangan peraturan perdangan bebas dan mulai bergerak mendekati
pengembangan sistem kepabeanan serta pembebasan hambatan-hambatan dalam factor
produksi guna menghadapi penerapan Custom
Union dan Common Market ditahap
selanjutnya[8].
2.
Hipotesis
Adapun hipotesis Indonesia belum siap menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) 2015dikarenakan beberapa alasan, yakni:
1. Pemerintah Indonesia lamban
menangani permasalahan dalam negeri yang akan menghambat keikutsertaan
Indonesia dalam MEA 2015.
2. Apabila
melihat integrasi yang tengah dilakukan oleh ASEAN yang meliputi adanya aliran
bebas perdagangan (barang dan jasa), arus bebas investasi, modal dan tenaga
kerja, hal ini dapat dikategorikan bahwa integrasi yangd ilakukan di ASEAN
belum sampai pada tahap Komunitas Ekonomi (Economic Community).
3. Pemberlakuan
MEA sudah di depan mata, namun demikian pemahaman tentang MEA belum secara
merata dimiliki oleh masyarakat khususnya pedagang.
E.
Metode dan Teknik Pengumpulan Data
1.
Metode
Penelitian
Metode Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendaptkan
data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan
suatu pengetahuan sehingga gilirannya dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan dan mengantisifikasi masalah[9].
Suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau
mempersoalkan cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi
kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun
laporannya) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah[10].
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyusun laporan tugas akhir ini
menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode penelitian dengan
mengolah data, menganalisis, meneliti dan menginterprestasikan serta membuat
kesimpulan dan memberi saran yang kemudian disusun pembahasannya secara
sistematis sehingga masalah dapat dipahami.
Adapun pengertian deskriptif analisis menurut ahli yaitu suatu
metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap
objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana
adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum[11].
Dengan kata lain penelitian deskriptif Analitis mengambil
masalah atau memusatkan perhatian kepada
masalah-masalah sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil
penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya[12].
2.
Teknik
Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis
menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Studi Kepustakaan (Library
Research)
Dimaksudkan untuk
memperoleh data dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan dengan cara
mempelajari, meneliti, mengkaji, serta menelaah literatur-literatur berupa
buku, jurnal maupun makalah yang berhubungan dengan penelitian untuk memperoleh
bahan-bahan yang akan dijadikan sebagai landasan teori.
2.
Riset Internet (Online Research)
Pengumpulan
data berasal dari situs-situs yang berhubungan dengan berbagai informasi yang
dibutuhkan dalam penelitian yaitu pada situs resmi
www.asean.org/asean-economic-community/.
F. Lokasi dan Lamanya Penelitian
1.
Lokasi
Penelitian
ini bertempat di Perpustakaan FISIP Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, yang
berlokasi di Jl. Lengkong Besar, Lengkong, Bandung, Jawa Barat
40261, Indonesia. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki semua aspek pendukung
agar penelitian dapat berjalan dengan baik.
2.
Lama
Penelitian
Penelitian
di laksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014 dan berlangsung lima bulan
mulai dari Bulan Juli sampai dengan
Bulan Desember dengan alokasi sebagai berikut :
Jadwal Kegiatan
|
Bulan Pelaksanaan 2014
|
|||||||||||||||||||||||
Juli
|
Agustus
|
September
|
Oktober
|
November
|
Desember
|
|||||||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
Pra Pelaksanaan Penelitian
|
||||||||||||||||||||||||
a. Survei
|
||||||||||||||||||||||||
b. Menentukan Judul & Topik
Penelitian
|
||||||||||||||||||||||||
c. Pembuatan Proposal
|
||||||||||||||||||||||||
d. Menyelesaikan Administrasi
Penelitian
|
||||||||||||||||||||||||
e. Menentukan Instrumen Penelitian
|
||||||||||||||||||||||||
2. Pelaksanaan
|
||||||||||||||||||||||||
a. Pengumpulan Data
|
||||||||||||||||||||||||
b. Proses Bimbingan
|
||||||||||||||||||||||||
c. Pengolahan Data
|
||||||||||||||||||||||||
3. Penyusunan Laporan
|
||||||||||||||||||||||||
a. Penyusunan Data
|
||||||||||||||||||||||||
b. Pengetikan Data
|
||||||||||||||||||||||||
c. Penggandaan Laporan Penelitian
|
||||||||||||||||||||||||
G. Sistematika Penulisan
Dalam penelitian ini sistematika penulisan adalah
sebagai berikut:
BAB I -
PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang penelitian,
identifikasi masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, metode dan uraian singkat sistematika penelitian. Selain itu juga
akan dibahas ruang lingkup penelitian yaitu
batasan masalah.
BAB II KAJIAN TEORI
Bab ini memberikan gambaran teori-teori yang mendasari
penelitian ini. Dalam bab ini akan menjelaskan mengenai teori
regionalisme dan integrasi ekonomi.
BAB III - METODE PENELITIAN
Bab ini berisi gambaran metodelogi yang akan digunakan
dalam penelitian, tentang lokasi dan waktu penelitian, jenis penelitian,
populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data,
dan oprasional variabel.
BAB IV - HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan data yang telah dianalisis
serta pembahasan hasil penelitian yang akan digunakan untuk menjawab
hipotesis masalah yang telah dijelaskan pada Bab III.
BAB V - PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari penelitian berupa pernyataan-pernyataan
singkat yang merupakan jawaban atas masalah-masalah yang telah diidentifikasi,
selain itu pada bab ini penulis akan memberikan saran untuk kemajuan semua
pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
I
Made Wirartha. 2006. Metodelogi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta :
Penerbit Andi.
Perwita, A.A. Banyu dan Yanyan Mochamad Yani. 2005.
Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Winarno,
Budi. 2014. Dinamika Isu-Isu Global Kontemporer. Yogyakarta: CAPS (Center of
Academic Publishing Service).
Wyatt, Andrew and Walter, (1995) Regionalism, Globalization, and World
Economic Order. Dalam Fawcett, Louise and Andrew Hurrel, Regionalism in
World Politics, Oxford University Press : New York.
http:www.asean.org/communities/asean-economic-community
diakses pada tanggal 28 September 2015.
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-aseanmea2015#
diakses pada tanggal 30 September 2015
http://m.detik.com/finance/read/2014/09/09/130615/2685217/4/selain-thailand-vietnam-juga-belajar-bahasa-Indonesia
diakses pada tanggal 30 September 2015.
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia
diakses pada tanggal 30 September 2015.
Louis Cantori Dan Steven Spiegel
(Perwita, A.A. Banyu Dan Yanyan Mochamad Yani. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya. 2005, P. 104. Di Ambil Dari Skripsi Putri Cahaya Kemala. 2010.
Perananan African Union Mission In Somalia (Amisom) Dalam Menangani Konflik
Bersenjata Di Somalia http://repository.unikom.ac.id/ Di Akses 4 Januari 2016
Sholeh.
2013. Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi AEC (Asean Economic Community) 2015.
Ejournal Ilmu Hubungan Internasional, 2013, 1 (2): 509-522 ISSN 0000-0000,
ejournal.hi.fisip-unmul.org diakses pada tanggal 5 Januari 2016.
Gyan Herliana Prasetyowati, 2011, Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa
Pengiriman Untuk Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional (Tujuan
Jepang)Di PT Pos Indonesia. unikom.ac.id, 5 Januari 2016.
[1]
http:www.asean.org/communities/asean-economic-community diakses pada tanggal 28
September 2015.
[2]
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/12/pahami-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2015#diakses
pada tanggal 30 September 2015
[3]http://m.detik.com/finance/read/2014/09/09/130615/2685217/4/selain-thailand-vietnam-juga-belajar-bahasa-Indonesia
diakses pada tanggal 30 September 2015.
[4]http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia
diakses pada tanggal 30 September 2015.
[5] B.
Winarno, Isu-isu Global Kontemporer, CAPS, Jakarta, 2011
[6] Louis
Cantori Dan Steven Spiegel (Perwita, A.A. Banyu Dan Yanyan Mochamad Yani. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005, P. 104. Di Ambil Dari Skripsi Putri Cahaya
Kemala. 2010. Perananan African Union Mission In Somalia (Amisom) Dalam
Menangani Konflik Bersenjata Di Somalia http://repository.unikom.ac.id/ Di
Akses 4 Januari 2016
[7] Wyatt, Andrew and Walter, Regionalism,Globalization,and World Economic
Order, 1995
[8]
Sholeh, 2013, Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi Aec (Asean Economic
Community) 2015. ejournal.hi.fisip-unmul.org, Diakses 5 Januari
2016
[9]
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfabeta, 2009, h. 2
[11]
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, Bandung: CV. Alfabeta, 2009, h. 29
[12]
Gyan Herliana Prasetyowati, 2011,
Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa Pengiriman Untuk Penetapan Tarif
Pengiriman Paket Internasional (Tujuan Jepang)Di PT Pos Indonesia. unikom.ac.id,
5 Januari 2016.

makasih sangat bermanfaat
BalasHapusCasinos in San Francisco - MapyRO
BalasHapusFind 경상북도 출장안마 the cheapest and quickest way to get from Casinos in 포천 출장안마 San Francisco 계룡 출장안마 to Arafat Casino Resort? We have the information and the 구리 출장마사지 fastest 속초 출장샵 payouts so you don't have to.